Dampak PSO, BI Riau Prediksi Inflasi Januari 2017 Antara 0,5-1,5 Persen
Senin, 30 Januari 2017 - 20:41:46 WIB
SULUHRIAU, PEKANBARU- Kenaikan harga komoditi yang merupakan kebijakan pemerintah atau public service obligation (PSO) dalam rangka kewajiban pelayanan umum pemerintah kepada masyarakat.
Namun dampaknya, diprediksi pada awal tahun 2017 akan terjadi inflasi antara 0,5-1,5 persen. Jauh lebih tinggi dibanding Desember 2016 yang hanya 0,23 persen.
Hal itu dikatakan, Kepala Kantor Provinsi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau, Ismet Inono, Senin (30/1/2017). Kenaikan seperti tarif dasar listrik golongan rumah tangga dengan mencabut subsidi listrik daya 900 volt ampere, bahan bakar minyak (BBM) pada awal tahun, diperkirakan salah satu penyebab inflasi yang cukup signifikan.
"Januari 2017 inflasi di provinsi riau antara 0,5 sampai 1,5 persen, jauh lebih tinggi dibanding desember 2016 yang hanya 0,23 persen, " katanya.
Selain faktor administered prices, inflasi januari 2017 juga masih dipengaruhi komponen harga pangan yang bergejolak atau volatile food, yang dipengaruhi kondisi cuaca, sehingga mengalami sedikit gangguan distribusi.
Hasil survei yang dilakukan, ada indikasi tekanan inflasi di beberapa komoditas bahan makanan, seperti daging sapi, ayam potong, bawang, cabai dan beberapa kebutuhan pokok rumah tangga lainnya.
Ismet menambahkan, komoditi yang masuk dalam kelompok administered prices yang mempengaruhi inflasi selain kenaikan tarif dasar listrik (TDL) adalah penyesuaian tarif dasar listrik pada Januari, Maret dan Mei 2017, kenaikan biaya administrasi surat tanda nomor kendaraan (STNK). (slt)
Komentar Anda :