Senin, 17 Agustus 2026 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
 
 
☰ Peristiwa
Bupati Kuansing Sebut Anggaran 'Cekak' Alasan Pegawai Kontrak Dirumahkan
Senin, 09 Januari 2017 - 20:02:59 WIB

TERKAIT:
 
     

    TELUK KUANTAN, Suluhriau- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kunasing) merumahkan kurang lebih 2.950 pegawai honorer kontrak daerah (THL).

    Kebijakan tersebut menuai sorotan dari berbagai kalangan. Bupati Kuansing Drs H Mursini, M,Si menjelaskan, kebijakan yang diambil Pemda Kuansing ini mengingat kondisi keuangan daerah yang memprihatinkan.

    Dalam arahannya saat menyampaikan pidato apel bersama di komplek perkenatoran Pemda Kuansing, Senin (9/1/2016) Bupati menyebutkan bahwa proyeksi penerimaan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Pusat semula diprediksi sebesar Rp605 miliar. Namun setelah melihat penerimaan bulan Januari 2017 ini baru masuk Rp41 miliar.

    "Jika melihat besaran penerimaan DAU pada Januari 41 miliar, besar kemungkinan jumlah DAU yang akan diterima Kuansing hingga Desember nantinya jauh berkurang. Karena jika jumlah Rp41 milar tersebut dikalikan dengan 12 bulan berarti hanya akan diterima DAU sebesar Rp492 miliar," jelas Bupati.

    Dengan perkiraan penerimaan DAU tersebut, kata Bupati, Kuansing akan mengalami kekurangan penerimaan DAU sebesar Rp113 miliar. Ditambah dengan kekurangan jumlah hutang Pemda Kuansing dari berbagai pihak yang juga harus diselesaikan pada tahun anggaran 2017 ini. Untuk memastikan penerimaan keuangan daerah dari DAU tersebut, dirinya telah memerintahkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah ke pusat.

    "Kita masih harus membayar hutang BPJS yang baru terbayarkan empat bulan, kemudian gaji honor kontrak masih ada dua bulan lagi, hutang listrik ke PLN dan berbagai hutang lainnya yang jumlahnya jika digabung dengan kekurangan penerimaan DAU 2017 bisa mencapai Rp 200 miliar," ungkap Bupati seraya mengatakan dirinya juga telah memerintahkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah ke pusat untuk memastikan besaran penerimaan DAU Kuansing pada tahun anggaran 2017 ini.

    Dengan kondisi keuangan yang masih sulit itu, karena itu lah Pemda Kuansing mengambil kebijakan dengan merumahkan pegawai honorer kontrak. Di samping SK pegawai honorer kontrak tersebut memang telah habis per 31 Desember 2016 kemarin. "Kendati demikian, bilamana anggaran untuk menggaji pegawai honorer kontrak tersebut nantinya tersedia kembali, tentu Pemda Kuansing nantinya juga akan berkoordinasi dengan DPRD dalam hal penerimaan pegawai kontrak tersebut," ungkap Bupati. (yof)




     
    Berita Lainnya :
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    02 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    03 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    04 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    05 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    06 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    07 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    08 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    09 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    10 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    11 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    12 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    13 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    14 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    15 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    16 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    17 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    18 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    19 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    20 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    21 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    22 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat