Jelang Akhir Tahun 2016, TPID Riau Rakor Bahas Harga Barang
Selasa, 06 Desember 2016 - 12:06:15 WIB
PEKANBARU, Suluhriau- Di penghujung tahun biasanya harga barang naik. Ini dpengaruhi kecenderungan kebutuhan natal dan tahun baru.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rapat korrdinasi hari ini (Selasa, 6/12/2016) membahas isu harga barang, terutama harga cabe dan sejumlah barang kebutuhan pokok lainnya.
Ini juga bagian dari evaluasi kondisi ekonomi terkini oleh TPID Riau. Hadri rakor ini sejumlah SKPD terkait, seperti Disperindag Riau, Dinas Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Perhubungan, Bulog serta Bank Indonesia Perwakilan Riau.
Ketua TPID Riau, Achmad Hijazi mengatakan, perlu ada kebijakan yang dapat langsung menekan harga cabe. Namun, salah satu solusi yang disampaikannya, bahwa penanaman cabe di setiap pekarangan rumah bisa membantu ketergantungan cabe.
Sementara itu, juga menyinggung mengenai ketersediaan beras, harga daging serta adanya upaya pergantian makanan alternatif dari beras menjadi sagu. Karena produksi sagu di Riau surplus.
Kadis Tanaman Pangan Riau, Asykardia Patrianov mengatakan, komoditas daging sapi, ketergantungan Riau terhadap komoditas itu sebesar 70 persen dari luar. Pasokan lancar karena ada kerjasama Riau terhadap pasokan dari provinsi produsen.
Untuk telur ayam ras, ketergantungan Riau dari pasokan luar sebesar 90 persen. Pasokan terbesar adalah dari Sumatera Utara dan dari Sumatera Barat.
"Ketergantungan beras dari luar sebesar 52 persen dari luar. 30 persen dari Sumatera Utara. Sisanya dari Sumatera Barat. Untuk ayam potong, ketergantungan Riau hanya sekitar 2 persen karena ada 5 peternakan besar di Riau. Ada di Pekanbaru, Kampar dan Pelalawan," terangnya.
Sedangkan cabe dan bawang, Patrianov mengatakan ketergantungan Riau dari luar terhadap komoditas itu sangat tinggi sebesar 85 persen. (prt)
Komentar Anda :