Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
Petani Meranti Panen 1 Ton Cabe, Bupati Bangga
Kamis, 01 Desember 2016 - 09:27:58 WIB

SELATPANJANG, Suluhriau- Petani cabe di Kabupaten Meranti panen raya cabe hingga 1 ton. Panen raya ii juga dilakukan Bupati Irwan Nasir.

Panen dipusatkan di kebun cabe milik Kades Tj Pranap Aswandi di Jalan Poros Alai Mengkikip. Lahan cabe seluas 1,5 hektare tersebut menghasilkan 1 ton cabe.

Secara ekonomis cukup besar hasil diperoleh di tengah harga cabe saat ini mahal yakni Rp75.000/kg. Jika 1 ton maka petani ini menghasilkan uang Rp75.000.000 sekali panen.

Panen raya di Desa Tanjung Pranap yang lebih dikenal dengan julukan Tanah Lembah Kampung Bertuah itu, juga diikuti Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs H. Irwan, M.Si didampingi Bupati, Ketua PKK Kabupaten Kepulauan Meranti Hj. Nirwana Sari, Camat Tebing Tinggi Barat Rizki Hidayat, Kabag Humas Sekdakab Meranti Helfandi, Kapolsek Tebing Tinggi Barat, PPL Pertanian Anggota Forum Kepala Desa, serta para tokoh masyarakat lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada masyarakat Desa Tj. Pranap karena berhasil menanam cabe yang saat ini dilakukan panen. "Ini kegiatan yang sangat bermanfaat dan perlu didukung bersama-sama," ujar Bupati.

Dijelaskan Bupati, hingga saat ini meskipun Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki tanah yang luas namun mirisnya, Kabupaten termuda di Riau ini untuk urusan pucuk ubi masih didatangkan dari daerah lain (Sumbar dan Medan.red), akibatnya masyarakat terpaksa membeli cabe, bawang dan sayur-mayur lainnya dengan harga tinggi.

Hal ini sangat menekan ekonomi masyarakat apalagi ditengah kondisi ekonomi Meranti yang sedang lesu saat ini. Untuk itu lewat panen raya cabe ini dapat merubah mainset masyarakat dari sebelumnya sebagai konsumen menjadi produsen.

Apa yang dilakukan oleh warga Kampung Balak itu menjadi sebuah kebanggan bagi Meranti. "Saya sangat bangga warga Desa Kampung Balak berhasil menanam cabe dengan baik, semoga dapat diikuti oleh masyarakat lainnya, dan hasilnya nanti dapat dijual di Selatpanjang untuk membantu masyarakat mendapatkan cabe murah, ditengah melemahnya kondisi ekonomi saat ini," ungkap Bupati.

Dikatakan, dengan bisa memproduksi cabe 1 ton di lahan 1, hektare dengan lama pembibitan hingga panen membutuhkan waktu 3-4 bulan. Kalu harga cabe  Rp75.000/Kg  menghasilkan uang Rp75.000.000 dan jika dibagi 3, maka per bulannya akan menghasilkan uang Rp12.500.000. "Ini sangat menjanjikan, bisa menghasilkan keuntungan yang luar biasa, andai saja tiap keluarga mau melakukannya maka akan meningkatkan pendapatan keluarga dan mengurangi angka kemiskinan di Meranti," kata Bupati.

Bupati juga meminta kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk memberikan perhatian serius kepada para petani yang ingin bertanam cabe, bawang dan lainnya. "Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kedepan dapat memberikan perhatian yang serius untuk membantu petani dengan penyediaan bibit tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan,"ucap Bupati.

Kedepan Bupati berharap masyarakat dapat menanam dan memproduksi cabe secara masal agar harga cabe dipasaran Meranti lebih murah, merubah paradigma masyarakat yang dulunya menjadi konsumen kini menjadi produsen. "Kita ingin merubah mainset masyarakat menjadi produsen jangan hanya bisa jadi konsumen, melalui edukasi oleh PPL Pertanian, Perikanan dan Perkebunan  yang jumlahnya terus kita tingkatkan dapat memberikan warna baru kepada masyarakat," harapnya.

Saat ini padi sudah mulai banyak dikembangkan, berimbas kepada harga beras yang sudah sedikit murah. Sejauh mata memandang banyak terlihat lahan kosong, untuk itu Bupati mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada ini. "jangan biarkan lahan kosong itu dimakan api, mari jadikan lautan cabe yang dapat menghasilkan uang dalam upaya mencibtakan kesejahterakan masyarakat," ajaknya.

Bupati juga meminta masyarakat untuk tidak lagi menanam Sawit, karena secara ekonomi kurang menguntungkan. "Sawit tidak usah ditanam lagi, karena secara ekonomi kurang menguntungkan, mari tanam cabe yang lebih menjanjikan," ucapnya.

Sementara itu untuk pembangunan Infrastrktur diwilayah Tebing Tinggi Barat saat ini proyek peningkatan jalan poros Selatpanjang-Pekanbaru seperti dikatakan Bupati, sedang dalam tahap pembangunan, diprediksi dalam 1-2 tahun kedepan akan banyak dilakukan proyek pengerjaan jalan diwilayah Ini, demi suksesnya pengerjaan proyek itu, Bupati menghimbau kepada masyarakat untuk mendukungnnya, terutama kontraktor yang melakukan pengerjaan.

"Agar bisa bekerja tenang dan cepat mari kota bantu kontraktor, mudah-mudahan proyek ini bisa dituntaskan, jika tuntas kedepan akan kita lanjutkan dengan Hot Mix seperti jalan Buton-Pekanbaru, semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya diwilayah Kampung Balak," paparnya. (raf)




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat