Kamis, 01 Oktober 2026 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual | Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat | Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
 
 
☰ Peristiwa
Petani Meranti Panen 1 Ton Cabe, Bupati Bangga
Kamis, 01 Desember 2016 - 09:27:58 WIB

SELATPANJANG, Suluhriau- Petani cabe di Kabupaten Meranti panen raya cabe hingga 1 ton. Panen raya ii juga dilakukan Bupati Irwan Nasir.

Panen dipusatkan di kebun cabe milik Kades Tj Pranap Aswandi di Jalan Poros Alai Mengkikip. Lahan cabe seluas 1,5 hektare tersebut menghasilkan 1 ton cabe.

Secara ekonomis cukup besar hasil diperoleh di tengah harga cabe saat ini mahal yakni Rp75.000/kg. Jika 1 ton maka petani ini menghasilkan uang Rp75.000.000 sekali panen.

Panen raya di Desa Tanjung Pranap yang lebih dikenal dengan julukan Tanah Lembah Kampung Bertuah itu, juga diikuti Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs H. Irwan, M.Si didampingi Bupati, Ketua PKK Kabupaten Kepulauan Meranti Hj. Nirwana Sari, Camat Tebing Tinggi Barat Rizki Hidayat, Kabag Humas Sekdakab Meranti Helfandi, Kapolsek Tebing Tinggi Barat, PPL Pertanian Anggota Forum Kepala Desa, serta para tokoh masyarakat lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada masyarakat Desa Tj. Pranap karena berhasil menanam cabe yang saat ini dilakukan panen. "Ini kegiatan yang sangat bermanfaat dan perlu didukung bersama-sama," ujar Bupati.

Dijelaskan Bupati, hingga saat ini meskipun Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki tanah yang luas namun mirisnya, Kabupaten termuda di Riau ini untuk urusan pucuk ubi masih didatangkan dari daerah lain (Sumbar dan Medan.red), akibatnya masyarakat terpaksa membeli cabe, bawang dan sayur-mayur lainnya dengan harga tinggi.

Hal ini sangat menekan ekonomi masyarakat apalagi ditengah kondisi ekonomi Meranti yang sedang lesu saat ini. Untuk itu lewat panen raya cabe ini dapat merubah mainset masyarakat dari sebelumnya sebagai konsumen menjadi produsen.

Apa yang dilakukan oleh warga Kampung Balak itu menjadi sebuah kebanggan bagi Meranti. "Saya sangat bangga warga Desa Kampung Balak berhasil menanam cabe dengan baik, semoga dapat diikuti oleh masyarakat lainnya, dan hasilnya nanti dapat dijual di Selatpanjang untuk membantu masyarakat mendapatkan cabe murah, ditengah melemahnya kondisi ekonomi saat ini," ungkap Bupati.

Dikatakan, dengan bisa memproduksi cabe 1 ton di lahan 1, hektare dengan lama pembibitan hingga panen membutuhkan waktu 3-4 bulan. Kalu harga cabe  Rp75.000/Kg  menghasilkan uang Rp75.000.000 dan jika dibagi 3, maka per bulannya akan menghasilkan uang Rp12.500.000. "Ini sangat menjanjikan, bisa menghasilkan keuntungan yang luar biasa, andai saja tiap keluarga mau melakukannya maka akan meningkatkan pendapatan keluarga dan mengurangi angka kemiskinan di Meranti," kata Bupati.

Bupati juga meminta kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk memberikan perhatian serius kepada para petani yang ingin bertanam cabe, bawang dan lainnya. "Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kedepan dapat memberikan perhatian yang serius untuk membantu petani dengan penyediaan bibit tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan,"ucap Bupati.

Kedepan Bupati berharap masyarakat dapat menanam dan memproduksi cabe secara masal agar harga cabe dipasaran Meranti lebih murah, merubah paradigma masyarakat yang dulunya menjadi konsumen kini menjadi produsen. "Kita ingin merubah mainset masyarakat menjadi produsen jangan hanya bisa jadi konsumen, melalui edukasi oleh PPL Pertanian, Perikanan dan Perkebunan  yang jumlahnya terus kita tingkatkan dapat memberikan warna baru kepada masyarakat," harapnya.

Saat ini padi sudah mulai banyak dikembangkan, berimbas kepada harga beras yang sudah sedikit murah. Sejauh mata memandang banyak terlihat lahan kosong, untuk itu Bupati mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada ini. "jangan biarkan lahan kosong itu dimakan api, mari jadikan lautan cabe yang dapat menghasilkan uang dalam upaya mencibtakan kesejahterakan masyarakat," ajaknya.

Bupati juga meminta masyarakat untuk tidak lagi menanam Sawit, karena secara ekonomi kurang menguntungkan. "Sawit tidak usah ditanam lagi, karena secara ekonomi kurang menguntungkan, mari tanam cabe yang lebih menjanjikan," ucapnya.

Sementara itu untuk pembangunan Infrastrktur diwilayah Tebing Tinggi Barat saat ini proyek peningkatan jalan poros Selatpanjang-Pekanbaru seperti dikatakan Bupati, sedang dalam tahap pembangunan, diprediksi dalam 1-2 tahun kedepan akan banyak dilakukan proyek pengerjaan jalan diwilayah Ini, demi suksesnya pengerjaan proyek itu, Bupati menghimbau kepada masyarakat untuk mendukungnnya, terutama kontraktor yang melakukan pengerjaan.

"Agar bisa bekerja tenang dan cepat mari kota bantu kontraktor, mudah-mudahan proyek ini bisa dituntaskan, jika tuntas kedepan akan kita lanjutkan dengan Hot Mix seperti jalan Buton-Pekanbaru, semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya diwilayah Kampung Balak," paparnya. (raf)




 
Berita Lainnya :
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  • Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
  • Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    02 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    03 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    04 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    05 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
    06 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    07 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    08 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    09 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    10 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    11 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    12 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    13 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    14 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    15 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    16 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    17 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    18 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    19 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    20 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    21 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    22 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat