Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
Kasus Dimas Kanjeng, Polisi Buru Kakek Berusia 600 Tahun
Minggu, 06 November 2016 - 16:48:11 WIB

JATIM, Suluhriau- Tim Ditreskrimum Polda Jawa Timur menciduk tujuh orang yang diduga sebagai maha guru palsu Dimas Kanjeng Taat Pribadi di rumah mereka masing-masing  di kawasan Tomang Jakarta Barat, Sabtu (5/11/2016) malam.

Mereka diterbangkan ke Surabaya, tapi polisi masih mencari orang yang dijukuki sebagai Abah Gimbal yang disebut-sebut berusia 600 tahun dan bertugas sebagai penunggu sembilan gudang gaib milik Taat Pribadi.

"Ketujuh maha guru Dimas Kanjeng Taat Pribadi, masing masing R alias Abah Abdurohman, AK alias Abah Aolaeman Agung, M alias Abah Nogososro, Mar alias Abah Kholil, A alias Abah Kalijogo, S, dan  Sut alias Abah Sutarno," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes RP Argo Yuwono seperti dikutip oleh tribatanews, hari ini.

Argo menjelaskan, pengangkatan tujuh orang sebagai maha guru hanya untuk mengangkat atau mengagungkan nama Taat Pribadi di mata  pengikutnya. Padahal tujuh orang  itu tidak mengerti apa-apa.

Sampai hari Minggu (6/11/2016), Tim penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur bekerja ekstra untuk melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang tersebut. Menurut Argo, penyidik setidaknya fokus pada tiga persoalan yang ada di Jakarta.

Pertama, menggali informasi di Hotel Merlynn Park yang berlangsung 14-19 Maret. Kedua, memperdalam keberadaan Hanna Bank yang informasinya datang dalam pertemuan di Hotel Merlynn Park. Ketiga mencari tujuh  maha guru yang diangkat oleh Taat Pribadi.

"Semua itu atas pengakuan tersangka Maranata alias Vijay dan penyidik sangat fokus untuk menguak ini semua," ujar Argo.

Dari informasi yang berkembang, pria keturunan India itu adalah saksi kunci dalam dugaan penipuan yang memakan korban dari beberapa daerah di Indonesia. Kedok yang diakui oleh Vijay adalah pertemuan di Hotel Merlynn Park pada 14-10 Maret 2016, yang dirancang oleh pemilik Padepokan Dimas Kanjeng.

Dalam pertemuan di hotel yang dihadiri para pengikut Taat, Vijay merancang seolah-olah acara itu dihadiri pihak bank yang diakui sudah kerja sama. Padahal orang yang diberi seragam bank dan hadir di hadapan masyarakat hanya orang biasa.

Peran Vijay yang lain adalah mencari tujuh  orang yang diangkat sebagai maha guru oleh pemilik padepokan di Dusun Sumber Cengkelek Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

 Sumber: Rimanews.com





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat