Kolam Renang & Waterboom di Wonosari Bengkalis tak Terawat
Rabu, 19 Oktober 2016 - 10:28:55 WIB
BENGKALIS, Suluhriau- Pemkab Bengkalis melalui SKPD terkait diharapkan segera mengambil langkah penyelematan dua aset milik Pemkab Bengkalis, Kolam Renan dan Waterboom di desa Wonosari Kecamatan Bengkalis.
Dua wahana air yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar itu kini kondisinya sangat memperihatinkan.
Pantauan dilapangan, dua wahana air tersebut, kunci pintu utama kolam renang yang terbuat dari kaca sudah rusak alias tidak berfungsi lagi, siapa saja bisa keluar masuk wahana air yang dibangun era Bupati Syamsurizal tersebut.
Bukan hanya itu, hampir seluruh kaca di lokasi kolam renang dan pemandian hancur berantakan, kaca-kaca berserakan si serata tempat, bahkan puluhan daun pintu baik kamar mandi dan pintu-pintu lainnya hilang entah kemana. Sementara kolam renang dalam kondisi kotor, pelampung pembatas untuk perenang berserakan, air di kolam hanya sebetis orang dewasa, keramik juga banyak yang pecah.
"Anak-anak sekolah sering main sini bang, kemarin pernah kami tangkap, kami ingatkan agar tidak merusak fasilitas yang ada. Tapi beginilah kondisinya, bangunan ini tidak terkunci siapa saja bisa masuk. Kalau cuma masuk tak apa, yang kita kesal mengapa di rusak, "ujar salah serorang petugas cleaning cervice asrama atlit, Selasa (18/10/2016).
Karena kolam renang dibiarkan tidak dimanfaatkan, untuk sementara pengurus olahraga Sepatu Roda Bengkalis berniat memanfaatkan lantai bagian atas kolam untuk latihan atlit sepatu roda Bengkalis.
Hanya saja menurut Ketua Pengurus Saepatu Roda Kabupaten, Chairul Afrizal, dirinya terpaksa membersihkan pecahan kaca yang berserakan di lantai.
"Kalau abang tengok sekarang tu dah kurang bang, kemarin kondisinya lebih parah. Pecahan keca berserakan di mana-mana, sudah kami kemas, kami kumpulkan lalu kami buang menggunakan mobil," ujar pria yang akrab disapa Yul ini.
Menurut Yul, latihan memanfaatkan lantai di bangunan kola renang sifatnya sementara, menjelang ada lokasi yang tepat untuk melakkan latihan atlit sepatu roda Bengkalis. "Arenanya lumayan bang, lebar dan panjang. Lagi pula, kalau kita manfaatkan untuk latihan syukur-syukur tidak ada lagi yang usil merusak bangunan, walau hampir seluruh kaca sudah pecah berantakan," ujarnya.
Seperti diktahui, dua wahana air tersebut sebelumnya dikelola oleh PT BUMD Bengkalis, karena persoalan keuangan dan lainnya pengelolaan dua wahana tersebut terhenti. Selanjutnya ada rencana dua aset tersebut diserahkan ke Disbudparpora Bengkalis, namun penyerehan tersebut urung dilakukan, karena pihak Disbudparpora berharap ada audit aset sebelum dilakukan serah terima.
"Pemkab Bengkalis harus segera mengambil langkah-langkah penyelamatan, jika tidak dua bangunan berharga puluhan miliar ini akan semakin hancur," ujar Zulkarnaen S.Pi warga Bengkalis.
Untuk memperbaiki kerusakan dua wahana air tersebut kata Zul juga dibutuhkan anggaran cukup besar, mengingat kerusakannya cukup parah. "Tapi itu lebih baik ketimbang dibiarkan begitu saja. Diperbaiki lalu diserahkan kepada pihak ketiga untuk mengelola. Masyarakat masih sangat berharap dua wahana air ini berfungsi kembali," ujarnya. (las)
Komentar Anda :