Tuntut Beasiswa, Ratusan Mahasiswa Nyerobot Masuk di Sidang Paripurna DPRD
Kamis, 06 Oktober 2016 - 16:04:30 WIB
PEKANBARU, Suluhriau- Sekitar ratusan mahasiswa berunjuk rasa ke DPRD Dumai. Unjuk rasa bertepatan dengan agenda pandangan fraksi terkait RAPBD-P 2016.
Akibat demo mahasiswa, paripurna sempat terganggu. Namun, ratusan mahasiswa dihadang aparat keamanan untuk mengindari hal tak diinginkan.
Mahasiswa datanf ke DPRD Dumai, tepat ketika Wako Dumai Zulkifli AS menyampaikan tanggapan terhadap fraksi pada Paripurna APBD Perubahan 2016.
Awalnya, mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi tersebut ingin hadir paripurna, karena paripurna sifatnya terbuka untuk umum. Namun niat itu tas restui aparat kepolisian hingga akhirnya menimbulkan gaduh.
"Kami ini undangan kenapa dipagar betis oleh pihak Kepolisian. Kami datang tidak membuat gaduh. Ujar salah satu mahasiswa.
Mahasiswamenyampaikan aspirasinya terkait anggaran beasiswa yang digelontorkan Pemerintah Kota Dumai, untuk mahasiswa Dumai tidak ada lagi.
"Sudah tiga tahun kami mahasiswa Dumai tidak mendapat beasiswa dari pemerintah. Kami akan menyuarakan masalah ini hingga benar-benar direspon oleh kepala daerah maupun para wakil rakyat kita," kata Ilham, mahasiswa Dumai.
Ada sekitar 400 mahasiswa tergabung dalam dari berbagai kampus, seperti STT Dumai, AKRI, STMIK AMIK, dan STIA Langcang Kuning.
Walikota Dumai Zulkifli AS agak kaget melihat ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi itu menguasai tempat duduk para wakil rakyat.
Anggota DPRD yang hadir sebanyak 24 orang dari 30 orang, terpaksa harus berdiri dari kursinya. Hal itu karena perwakilan mahasiswa ingin merasakan kursi wakil rakyat di Gedung DPRD Kota Dumai.
Setelah berhasil menduduki kursi wakil rakyat, ratusan mahasiswa didepan Walikota Dumai Zulkifli As, Ketua DPRD Kota Dumai Gusri Effendi dan anggota dewan lainnya, menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya, para mahasiswa menuntut janji Pemerintah Kota Dumai mengenai dana beasiswa yang sudah tiga tahun enam bulan tak kunjung dicairkan dengan alasan tidak tentu arah.
Teguh Hidayat, mahasiswa tingkat akhir IAITF Dumai didepan Walikota Dumai Zulkifli As, Ketua DPRD Dumai Gusri Effendi dan anggota DPRD lainnya, meminta pemerintah segera merealisasikan dana beasiswa mahasiswa.
"Proposal beasiswa sudah kita berikan kepada Bagian Kesra Pemko Dumai. Namun sejak 3 tahun 6 bulan kita menunggu, tidak ada hasilnya, maka dari itu kami datang kesini mumpung seluruh kepala daerah hadir," ujarnya.
Ia melanjutkan, mahasiswa jangan diberikan janji, tapi bukti. Waktu 10 hari yang diinginkan diberikan agar DPRD dan Pemko Dumai bisa menyelesaikan permaslahan ini. "Kita hanya menuntut hak kita sebagai mahasiswa, terkait beasiswa," ujarnya.
Zainal Abidin Wakil Ketua DPRD Kota Dumai sebagai pimpinan sidang, menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang sudah datang ke kantor lembaga wakil rakyat ini untuk menyampaikan aspirasi soal dana beasiswa.
"Berikan waktu 10 hari ini untuk berunding dengan pemerintah kota Dumai guna membahas persoalan dana bantuan beasiswa yang selama ini didapat para mahasiswa Kota Dumai," kata Zainal Abidin, kepada ratusan mahasiswa.
Sementara Walikota Dumai, Zulkifli AS meminta kepada para mahasiswa untuk bersabar mengenai dana bantuan beasiswa yang selama ini digelontorkan pemerintah daerah untuk menunjang pendidikan bagi putra-putri Kota Dumai.
"Berikan waktu kami untuk menuntaskan masalah dana bantuan beasiswa bagi putra-putri tempatan ini. Biarkan kami mencarikan jalan keluarnya dan bisa disalurkannya kembali dana beasiswa ini," pinta Zul AS.
Aksi mahasiswa mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Meski berhasil menguasai gedung paripurna DPRD Dumai, aksi spontanitas yang dilakukan ratusan mahasiswa itu berlangsung kondusif. (yof)
Komentar Anda :