Wabub-Tokoh Masyarakat Gelar Silaturrahmi,
Pasca Tragedi Berdarah, AKBP Barliansyah Jabat Kapolres Meranti
Jumat, 09 September 2016 - 08:57:58 WIB
SELATPANJANG, Suluhriau- Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Said Hasyim bersama Wakil Rakyat dan tokoh masyarakat menggelar silahturahmi bersama AKBP Barliansyah, Sik.
Silahturahmi ini seiring ditetapkannya Barliansyah sebagai Kapolres Kabupaten Meranti berdasarkan Telegram yang dikirim dari Mabes Polri dan telah diterima pula oleh AKBP. Barliansyah. Bertempat dikediaman Wakil Bupati, Kamis (8/9/2016).
Turut hadir dalam kesempatan itu Ketua DPRD Kabupaten Meranti H. Fauzy Hasan, Asisten I dan Asisten III Sekdakab. Meranti, Ketua LAM Meranti H. Ridwan Hasan, Anggota DPRD Edy Masyudi dan Dedi Putra, Kepala Dinas/Badan/Bagian dilingkungan Oemkab. Meranti, Kasat Reskrim Kompol. Aditia dan lainnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung dikediaman H. Said Hasyim, dari pantauan media membahas berbagai hal namun terlihat tidak terlalu formal, lebih pada kekeluargaan begitu juga topik pembicaraan yang tak terlalu khusus. Yang terpenting seperti disampaikan Wakil Bupati, pertemuan itu dapat menyatukan hati antara jajaran Pemda, Wakil Rakyat dan tokoh masyarakat bersama pihak kepolisian dalam mencibtakan kondusifitas daerah dan kestabilan ekonomi.
"Yang terpenting kita dapat menyatukan hati, kalau tidak sekarang kapan lagi. Disini Kami sebagai Kepala Daerah dan Kapolres yang ditunjuk sebagai penegak hukum, dan DPRD sebagai Wakil Masyarakat merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Saya berharap kita dapat seiring sejalan untuk satu tujuan yakni Meranti yang aman dan kondusif," jelasnya.
Dijelaskan Said Hasyim, kehidupan masyarakat Meranti sangat majemuk terdiri dari berbagai suku, namun ditengah kemajemukan itu selama ini masyarakat Meranti dapat hidup dengan aman dan damai. Dan kondisi kehidupan masyarakat Meranti tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis, serta sumber daya alam yang ada.
Menyikapi peristiwa berdarah yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Meranti, Wabup bersama tokoh masyarakat, dan Wakil Rakyat DPRD Meranti berharap apa yang terjadi tidak terulang lagi dan semua dapat mengambil hikmahnya. Apa lagi ditengah kondisi Kabupaten Meranti yang kondisi ekonomi masyarakatnya sedang sulit, sangat diperlukan kerjasama dari semua pihak dalam mncibtakan kondusifitas.
Saat ini berbagai masalah dihadapi Masyarakat, kondisi ekonomi masyarakat Meranti berada dalam kondisi sulit, begitu juga keuangan Pemda, ditambah lagi masalah lahan semua berpengaruh pada kehidupan masyarakat. "Untuk itu mari kita cermati bersama kondisi ini melalui komunikasi agar semua pihak dapat saling memahami, sehingga dapat terhindar dari situasi yang tak diinginkan,"paparnya.
Dikatakan Wabup, masyarakat Meranti menyadari andaikata tidak ada polisi tentu situasi Kamtibmas sulit dikendalikan, namun dalam penindakan jangan sampai masyarakat merasa terjepit untuk itu ia berharap kepada kepolisian dapat menjalankan peranya dengan baik. "Kami harapkan aparat kepolisian dapat melaksnakan dungsinya dengan baik," ujarnya lagi.
Apa yang diharapkan Wabup disambut positif oleh Kapolres AKBP. Barliansyah, kepada seluruh tokoh yang hadir dirinya meminta dukungan untuk saling bahu-membahu dalam rangka penegakan hukum dan mencibtakan keamanan dan ketertiban. Sebab tanpa itu semua tugas dan fungsi kepolisian tidak akan berjalan optimal. "Kamip semaksimal mungkin akan melindungi dan mengayomi masyarakat dengan tiga tugas pokok kepolisian, namun tanpda dukungan semua pihak, mustahil apa yang dikerjakan berjalan optimal," ungkap
Hal senada juga diutarakan oleh Ketua LAM Meranti H. Ridwan Hasan, ditegaskannya masyarakat Meranti sangat mencintai kedamaian. Namun beberapa waktu lalu kedamaian itu sempat terusik dengan terjadiny peristiwa berdarah, dan secara pribadi ia mengaku sedih melihat kenyataan itu, ia meyakini sesulit apapun masalah yang dihadapi berkat kebijaksanaan semua pihak serta izin yang maha kuasa tak ada satupun yang tak terselesaikan. "saya yakin dan percaya masing masing kita diberikan ilmu, dengan kebijaksanaan dan kelembutan, sekeras apapun watak manusia pasti semua dapat diatasi," jelasnya.
Penjelasan Ketua LAM juga diperkuat oleh Ketua DPRD H. Fauzy Hasan, dikatakan Fauzy, pada dasarnya masyarakat Meranti bersifat terbuka khususnya terhadap tamu yang datang. Sesuai dengan filosofi yang hingga saat ini masih dijalankan masyarakat yakni membangun rumah yang dimulai dari ruang tamu. "Filosofi ini membuktikan bahwa masyarakat Melayu disini senang menerima tamu, hatinya ikhlas namun jangan sampai terinjak, jika itu terjadi maka hal yang buruk sulit dihindari, jadi mari pahami psikologi masyarakat ini," harapnya pada pihak kepolisian.
Harapan yang sama juga disampaikan oleh Zaini dari Forum Pembaharuan Kebangsaan, mewakili 10 paguyuban yang ada di Meranti. Menurutnya dengan usia Meranti yang baru menginjak 7 tahun maaih perlu banyak belajar khususnya dalam masalah hukum, begitu juga usia Mapolres yang baru 3 tahun. Kondisi ketidakpahaman hukum ini menurutnya sering menjebak masyarakat berhadapan dengan pihak berwajib. Untuk itu ia berharap penegak hukum dapat lebih bijak dalam melakukan penindakan kepada masyarakat, selain itu penegak hukum dihimbau lebih gencar melakukan sosialisasi ditengah masyarakat.
Dicontohkannya pada masalah pemanfaatakan kayu hutan yang menjadi kebutuhan vital warga untuk membangun rumah, perbaikan kapal dan lainnya dimana masyarakat sering berhadapan dengan pihak penegak hukum. Menyikapi h
Komentar Anda :