Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
Dibantah, Ini Kata Warga Rohul dan Rohil Soal "Penyanderaan" PPNS KLHK
Senin, 05 September 2016 - 20:30:34 WIB

PEKANBARU, Suluhriau- Sedikitnya 70 warga dua desa dari Kabupaten Rohul dan Rohil menggelar jumpa pers, Senin (5/9/2016).

Jumpa pers ini terkait tuduhan pihak Men LHK atas penyenderaan yang mereka lakukan terhadap tujuh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK).

Sebab, versi Menteri LHK Siti Nurbaya menyebut ketujuh mereka ini disandera oleh oknum masyarakat yang diduga diprovokasi oleh perusahaan saat melakukan penyegelan, dan penancapan papan segel KLHK di areal bekas terbakar, perkebunan kelapa sawit warga.

Kepada wartawan, masyarakat di dua desa di Kabupaten Rokan Hulu, dan Rokan Hilir menggelar jumpa pers di Pekanbaru, Senin (5/9) terkait dugaan penyanderaan tujuh orang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jumat pekan lalu.

"Kami tidak ada melakukan penyanderaan. Maksud kami hanya sekadar ingin bertanya tentang status lahan yang diajukan untuk dikelola oleh masyarakat kami di sini. Kalau apa yang kami lakukan salah menurut hukum, lewat kawan wartawan kami menyampaikan permintaan maaf kepada Ibu Menteri (Siti Nurbaya, Red)," kata Jefriman, Ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPBD) Desa Bonai, Rohul pada jumpa pers di salah satu hotel di Pekanbaru.

Ia mengatakan, kronologis kejadian saat enitu, masyarakat melihat kedatangan beberapa orang yang terakhir diketahui dari PPNS Kemen-LHK. Semula karena mereka masuk ke desa mereka tanpa didampingi perwakilan pemerintah kabupaten, warga masyarakat menjadi curiga.

Apalagi begitu datang, mereka langsung melakukan penyegelan dan memasang pancang. Warga yang melihat itu secara spontanitas mendekati dan bertanya.

Setelah pancang dipasang, warga tidak ada paksa petugas tadi mencabut dan membongkar peralatan yang mereka bawa. "Mereka menawarkan kepada kami, kalau bapak-bapak keberatan akan dihapus (foto foto pemasangan pancang dan penyegelan tadi, Red)," katanya menirukan ucapan staf Kemen-LHK.

Namun yang terjadi kemudian, kata Jefriman, justru mereka menyerahkan sendiri data yang telah mereka kumpulkan dan mencabut plang penyegelan tadi.

Terkait areal perkebunan yang terbakar dan yang mereka kelola, Jefriman menyebutkan jika lahan itu merupakan lahan milik mereka turun temurun. Perusahaan, yakni PT APSL, menurut mereka, dimintakan untuk mengelola lahan yang mereka miliki.

Pengelolaan lahan tersebut dilakukan untuk menyambung kehidupan dari hasil perkebunan. Selama ini mereka di desa tersebut hanya mengandalkan penghidupan dari hasil bercocok tanam.

"Satu-satunya usaha kami dengan membangun kebun di atas tanah suku ninik mamak, yang hasilnya akan dibagikan kepada anak keponakan," katanya.

Api menurut mereka berasal dari luar areal perkebunan, yang menjalar dibawa angin, sehingga perkebunan terbakar, dan gagal panen.

PT APSL Bapak Angkat

Hal senada diungkapkan Ajirnarudin, Ketua Kelompok Tani MelayuTerpadu (KTMT). Kelompok tani ini berada di Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Masyarak di sini juga bekerja sama dengan PT APSL selaku "bapak angkat".

Lahan yang mereka kelola dengan sistem bapak angkat itu berada di atas lahan 3.300 hektare.

"Sawit kami kini ada yang berumur 4 tahun, mulai berbuah. Ada yang umur 2 tahun, 3, dan setahun. Namum musibah datang menimpa. Pada 22 Agustus 2016 lalu, kebun yang kami bangun 3.300 haktare dimasuki titik api," ungkapnya.

Ajirnarudin menyebutkan, pertama dari sebelah Timur masuk kebun sebelah Barat dan ini tidak terkendali. Lalu ditemukan lagi titik api datang dari sebelah Barat kelompok kami. Pihaknya kewalahan memadamkan api meskipun alat pemadam kebakaran maksimal milik mereka sudah 10 unit mesin pompa air untuk pemadaman api, ditambah peralatan manual, menggunakan ember.

"Terus terang waktu itu, kami tidak bisa kendalikan. Kebun kami pun terbakar," pungkasnya. (saf)



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat