Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Hukrim
Penyanderaan Diduga Terlibat PT ASPL,
Kementerian LHK: 7 Staf Kami Sempat Diancam Dibakar dan Dilempar ke Sungai
Minggu, 04 September 2016 - 21:03:38 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Tujuh orang staf Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang tergabung dalam tim kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) disandera saat hendak menginvestigasi kebakaran lahan gambut di Rokan Hulu, Riau. Dalam penyanderaan, ratusan orang mengepung dan mengancam bunuh.

"Massa yang jumlahnya semakin banyak (lebih dari 100 orang) juga mengeluarkan ancaman. Tim KLHK diancam akan dipukuli, dilempar ke sungai, dibunuh dengan cara dibakar dan ancaman lainnya," kata Kementerian LHK dalam keterangan dilansir detikcom, Minggu (4/9/2016).

Massa yang mengepung itu disebut sebagai petani penggarap lahan sawit itu. Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menduga, yang mengepung tujuh stafnya itu dimobilisasi oleh perusahaan sawit, PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL).

"PT APSL diduga memfasilitasi pembentukan tiga kelompok tani untuk mengelola kebun sawit dengan PT APSL bertindak sebagai 'Bapak angkat'," demikian keterangan Kementerian LHK.

Massa disebutnya terus bertambah dari jumlah puluhan hingga ratusan orang. Bahkan awalnya, mereka yang bergerombol menghadang tim KLHK yang hendak menyeberang sungai menggunakan kapal ponton. 7 Anggota tim KLHK disuruh turun dari mobil.

"Jumlah massa terlihat dimobilisasi karena adanya pergerakan kendaraan yang membawa massa," kata Kementerian LHK.

Intimidasi diterima tujuh orang anggota tim KLHK. Tujuh pegawai yang disandera itu berasal dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Polisi Kehutanan (Polhut). Polhut terus diprovokasi untuk menggunakan senjata. Bahkan dalam kondisi seperti ini, mereka berkoordinasi terus dengan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar.

"Namun atas perintah Menteri LHK yang terus berkoordinasi via telephone dengan Dirjen Gakkum (Penegakan Hukum), meminta tim KLHK yang tengah dikepung ratusan massa itu untuk tetap tenang, sabar dan tidak terprovokasi dengan menggeluarkan senjata," tuturnya.

Penyanderaan berlangsung dari Jumat (2/9) hingga Sabtu (3/9) kemarin. Selama penyanderaan berlangsung, Dirjen Gakkum berkoordinasi dengan Danrem setempat selaku Komandan Satgas Karhutla dan Kasrem. Penyanderaan masih berlangsung, bahkan para penyandera meminta Menteri Siti untuk datang ke lokasi.

"Gerombolan massa mengancam, mereka akan membebaskan tujuh orang tim KLHK tersebut jika Menteri LHK Siti Nurbaya bisa hadir langsung di lokasi. Hingga saat ini masih didalami motif dan muatan apa hingga penyandera meminta menghadirkan Menteri LHK," kata mereka. (dtc)




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat