Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
Untuk Dijual ke LN, Bupati Sesalkan Ulah Tengkulak Tekan Harga Jual Kelapa Petani
Kamis, 11 Agustus 2016 - 16:53:27 WIB

SELATPANJANG, Suluhriau- Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H Irwan, MSi menyesalkan ulah dari para tengkulak yang menekan harga jual kelapa untuk dijual keluar negeri.

Akibatnya pendapatan petani kelapa menurun. Selain itu belum adanya investor yang mendirikan pabrik pengolahan kelapa menjadi berbagai produk turunan, turut mempengaruhi kesejahteraan petani, karena potensi perkebunan kelapa yang menjadi salah satu pendapatan maayarakat di Kecamatan Rangsang Pesisir belum termanfaatkan secara optimal.

Bersama anggota DPRD Kabupaten Meranti Edy Masyudi, Bupati Meranti dan Hj. Nirwana Irwan, menyusuri beberapa desa diwilayah Kecamatan Rangsang Pesisir untuk melihat potensi desa dan pembangunan infrastruktur dasar diwilayah tersebut.
Salah satu yang menjadi fokus Bupati Irwan adalah hamparan kebun kelapa yang berada di desa Tanah Merah yang tampak subur.

Kelapa merupakan salah satu potensi perkebunan terbesar di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti khususnya di Desa Tanah Merah yang memilik luas mencapai 40 Ha. Sebagian besar hasil produksi kebun kelapa petani didaerah itu dijual kepada tengkulak yang membeli kelapa dengan harga murah untuk dibawa kenegara tetangga Malaysia dalam bentuk bulat.

Bupati sangat menyesalkan perilaku para tengkulak tersebut bahkan disela kunjungannya ia sempat berpesan kepasa salah seorang pengusaha pengumpul kelapa untuk membeli kelapa petani dengan harga yang bagus. "Belilah kelapa para petani dengan harga yang bagus dan sampaikan juga kepada pengumpul lainnya untuk tidak menekan harga," pinta Bupati.

"Kita sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, Pemkab terus berupaya mencarikan solusi agar para petani bisa menjual kelapa mereka dengan harga yang layak. Salah satunya, dengan menarik calon investor dan terus mempromosikan potensi kelapa yang dimiliki,"ungkap Irwan disela peninjauanya.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs H. Irwan MSi, mengatakan, dengan besarnya jumlah produksi kelapa di daerah ini, tentunya cukup menjanjikan bagi pembangunan investasi industri hulu dan hilir berbahan baku kelapa. Namun sayangnya perkebunan kelapa tersebut belum bisa menghasilkan berbagai produk turunan seperti gula kelapa yang kini telah mulai dikembangkan oleh petani kelapa.

Ia berharap kedepan ada investor yang mau berinvestasi untuk membuat pabrik turunan kelapa ini, guna menarik minat investor Bupati komit akan memberikan kemudahan bahkan memberlakukan kebijakan Tax Holiday.

Demi membangkitkan ekonomi masyarakat petani kelapa Pemkab. Meranti dikatakan Bupati akan mencari solusinya dengan cara memasukan investor dengan memberikan berbagai kemudahan.

"Pemkab Kepulauan Meranti komit akan mempermudah calon investor yang akan masuk. Bahkan kita melakukan kebijakan tax holiday atau bebas pajak dalam waktu tertentu bagi para pengusaha baru yang mau berinvestasi di daerah ini," pungkas Irwan. (raf)



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat