Diskes Imbau Waspadai Bahaya Jajanan Anak di Sekolah
Sabtu, 04 Juni 2016 - 11:26:15 WIB
BENGKALIS, Suluhriau-Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Bengkalis menghimbau seluruh sekolah-sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap jajanan anak sekolah. Dikhawatirkan ada jajanan yang tidak sehat karena mengandung bahan berbahaya atau berpengawet.
Harapan tersebut disampaikan Diskes Kabupaten Bengkalis saat menggelar sosialisasi di sekolah-sekolah, salah satunya SDN 5 Bengkalis.
"Makanan jajanan dikatakan sehat dan aman apabila tidak mengandung bahan berbahaya atau penambahan pengawet dan pemanis secara berlebihan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis yang diwakili oleh Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kabupaten Bengkalis, Edi Sudarto kepada wartawan usai kegiatan, Jumat (03/06/2016).
Lebih lanjut Edi Sudarto mengatakan, pangan jajanan memegang peranan yang cukup penting dalam memberikan asupan energi dan gizi bagi anak–anak usia sekolah.
Syarat makanan jajanan anak harus sehat dalam arti memenuh kebutuhan gizi anak, makanan jajanan anak harus bersih dari kotoran dan aman dalam arti tidak mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan oleh karena itu keamanan pangan merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pemenuhan pangan yang sehat untuk dikonsumsi.
"Pangan yang aman, bermutu, bergizi, beragam, dan tersedia secara cukup merupakan prasyarat utama dalam upaya terselenggaranya suatu sistem pangan yang memberikan perlindungan bagi kesehatan konsumen," ujar Edi Sudarto.
Edi Sudarto menyampaikan cara sederhana memilih pangan yang aman adalah dengan mengandalkan ketajaman inderawi konsumen. Meskipun cara ini tidak seteliti pemeriksaan laboratorium tetapi dapat memberikan indikasi bahwa pangan tersebut berisiko tidak aman.
Seperti tanda pangan jajanan berformalin, bakso berformalin misalnya memiliki tekstur sangat kenyal dan tidak rusak (berlendir) sampai dua hari pada suhu ruang.
Mi basah berformalin biasanya lebih mengkilap, tidak lengket satu sama lain, tidak rusak (basi) sampai dua hari pada suhu ruang, dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es.
Tahu yang berformalin memiliki tekstur keras, kenyal tetapi tidak padat, tidak rusak sampai tiga hari dalam suhu ruang dan bisa tahan 15 hari dalam lemari es. Daging ayam dan daging ikan goreng atau nugget goreng yang berformalin juga memiliki tekstur yang kenyal dan tidak busuk sampai dua hari pada suhu ruang.
Masih menurut Edi Sudarto, tanda pangan jajanan mengandung boraks seperti bakso yang mengandung boraks tampak berwarna agak putih (seharusnya berwarna abu kecoklatan) dan bertekstur sangat kenyal.
Bila bakso ini digigit amat kenyal seperti nyaris bola karet dan bila dipantulkan ke dinding atau lantai memantul seperti bola karet. Mi basah yang mengandung boraks tampak lebih mengkilap, tidak lengket satu sama lain, tidak gampang putus dan kenyal.
"Lontong dan beras yang mengandung boraks mempunyai tekstur sangat kenyal, berasa tajam dan memberikan rasa getir. Kerupuk yang mengandung boraks bertekstur renyah dan menimbulkan rasa getir," jelasnya. (las)
Komentar Anda :