Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
Berpeluang Penyuplai Terbesar Minyak Sawit, Ini Tantangan...
Rabu, 25 Mei 2016 - 10:41:31 WIB

JAMBI, Suluhriau- Community Outreach and Engagement Manager Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Imam A. El Marzuq mengatakan, Indonesia berpeluang menjadi penyuplai kelapa sawit terbesar di dunia. Sebab, secara statistik Indonesia memiliki jumlah petani terbesar yang menggantungkan hidup di sektor perkebunan kelapa sawit.

"Dalam skala global,  Indonesia menjadi terbesar dengan total lahan 3,6 juta hektar kelapa sawit," kata Imam di Hotel Abadi, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Selasa, 24 Mei 2016.

Pada 2020, kebutuhan minyak nabati global mencapai 236 juta ton. Peluang ini, kata Imam bisa dimanfaatkan Indonesia sebagai penyuplai ke pasar dunia. Oleh sebab itu, kata dia, Indonesia perlu memikirkan cara membangun industri sawit yang berkelanjutan, yang sesuai dengan hukum yang berlaku dan layak untuk lingkungan.  RSPO, tutur dia, memiliki kontribusi membangun industri kelapa sawit yang bertanggung jawab.

Imam memaparkan, ada beberapa tantangan yang dihadapi Indonesia, mulai dari penanaman hingga kelembagaan petani. Ia mencontohkan, saat ini banyak petani masih menggunakan pupuk tidak bersertifikat. Hasilnya produktivitas tidak optimum. "Bibitnya saja sudah tidak baik, dan tingkat teknologi yang diaplikasikan masih jauh dari P&C," kata dia.

Selain itu, Imam menilai dokumentasi petani swadaya masih sangat terbatas dalam pencatatan. Berbeda dengan petani plasma yang bermitra dengan perusahaan yang lebih tertata. “Kelembagaan petani juga masih belum ada,” kata dia.

Imam mengatakan kelompok petani pun memiliki persoalan pendanaan dalam pembentukan dan operasional kelompok, serta perbaikan kebun dan dana sertifikasi. Ia pun menilai ketersediaan pabrik pengolah tandan buah segar sawit (TBS) bersertifikat bakal jadi tantangan petani swadaya sawit di Indonesia.

Hal lain yang perlu di perhatikan, lanjut Imam, adalah mengubah pola pikir menjadi petani bersertifikasi. "Mungkin karena sudah nyaman dengan kebiasaan lama," kata dia. Padahal secara global, kata Imam, terdapat 166 ribu petani sawit tersertifikasi dan 520 ribu hektare perkebunan kelapa sawit yang juga sudah tersertifikasi.

Sumber: tempo.co|Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat