Kesejahteraan Nelayan Budidaya Menurun
Kamis, 12 Mei 2016 - 17:01:15 WIB
PEKANBARU, Suluhriau- Kesejahteraan nelayan budidaya di Provinsi Riau mengalami penurunan, salah satu penyebabnya adalah meningkatnya biaya produksi dan penambahan barang modal (BPM) khususnya benih ikan
Badan Pusat Statistik Provinsi Riau mencatat pada April 2016, kesejahteraan nelayan yang dilihat dari nilai tukar petani pada subsektor perikanan tangkap nelayan dan budidaya nelayan mengalami kenaikan sebesar 1,31 persen, namun kelompok budidaya ikan justru mengalami penurunan sebesar 0,51 persen, akibat turunnya indeks harga yang diterima petani 0,93 persen, relatif lebih besar dibandingkan penurunan indeks harga yang dibayar nelayan yang hanya sebesar 0,42 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Mawardi Arsyad menjelaskan penurunan indeks harga yang diterima petani disebabkan turunnya indeks harga sebagian besar ikan pada kelompok budidaya air tawar sebesar 0,93 persen khususnya patin, nila dan gurame.
Penurunan indeks harga yang dibayar nelayan disebabkan turunnya indeks konsumsi rumah tangga 0,67 persen,/ khususnya cabai merah, bensin, ongkos angkut dalam kota, beras dan lainnya, sedangkan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (bppbm) justru naik sebesar 0,14 persen khususnya benih patin, bensin, ikan segar atau rucah dan lainnya.
Mawardi Arsyad menjelaskan indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar 1,14 persen,/ sementara indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,15 persen.
Naiknya indeks harga yang diterima nelayan Riau pada April 2016 disebabkan naiknya indeks harga yang diterima pada kelompok perikanan tangkap sebesar 0,79 persen khususnya udang, kerang, pari, toman dan lainnya. (slt)
Komentar Anda :