Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
SBMPTN 2016, Ini Jurusan Saintek Paling Sulit Ditembus!
Jumat, 29 April 2016 - 18:39:22 WIB
Ilustrasi (int)

JAKARTA, Suluhriau- Panitia sudah membuka pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 sejak 25 April lalu.

Sebelum memilih jurusan, pastikan kamu tahu minat dan bakat serta tingkat keketatan dalam persaingan melalui jalur ujian tulis ini.

Pasalnya, setiap jurusan yang ditawarkan perguruan tinggi memiliki tantangannya sendiri. Bahkan, beberapa jurusan selalu menjadi favorit di kalangan calon mahasiswa melalui berbagai jalur masuk PTN. Untuk menembus jurusan tersebut pun, kita perlu berkompetisi dengan peserta yang jumlahnya tidak sedikit.

Begitu pula di SBMPTN 2016. Setiap kelompok ujian memiliki daftar jurusan yang favorit dan sulit ditembus dalam seleksi.

"Jurusan paling sulit di Saintek di antaranya kedokteran, farmasi dan teknik," ungkap Ketua Panitia SNMPTN dan SBMPTN 2016, Rochmat Wahab dilansir Okezone, Jumat (29/4/2016).

Rochmat menjelaskan, selain menjadi favorit, peminat jurusan-jurusan tersebut sangat banyak. Akibatnya, kompetisi antarpeserta SBMPTN pun sangat ketat. Pasalnya, mereka tidak hanya berkompetisi untuk lolos tapi juga bersaing dengan ribuan peserta yang tak kalah kompeten.

"Bayangkan dengan jurusan yang pendaftarnya hanya seratus, itu kan lebih mudah bersaingnya dibanding dengan siswa yang kuota jurusannya 40 tapi peminatnya ternyata 1.000," tambahnya.

Kedokteran

Meski tak masuk tiga besar pada SNMPTN 2015, prodi kedokteran tak pernah sepi peminat. Bagaimana tidak, 60 ribu pendaftar memilih kedokteran pada SNMPTN 2014. Selain itu, menjamurnya berbagai rumah sakit baru tentu berbanding lurus dengan kebutuhan akan dokter di Indonesia.

Hampir setiap PTN memiliki prodi kedokteran. Kampus-kampus yang memiliki akreditasi A untuk prodi ini meliputi Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Dipenogoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Padjajaran (Unpad).

Farmasi

Sama halnya dengan teknologi, industri farmasi di Indonesia akan terus mengalami perkembangan. Pada SNMPTN tahun lalu, prodi ini masuk tiga besar favorit kelompok saintek, bersama teknik informatika dan kesehatan masyarakat.

Kampus-kampus yang memiliki akreditasi A untuk prodi farmasi adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Andalas (Unand), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Sumatera Utara (USU).

Teknik Informatika


Salah satu bidang teknik yang menjadi favorit pada SBMPTN adalah teknik informatika. Prodi yang erat kaitannya dengan teknologi informasi (TI) ini belakangan sangat diminati lantaran memiliki prospek karier yang menjanjikan. Pada SNMPTN 2014, prodi ini memiliki 97 ribu peminat, dan di tahun berikutnya menjadi prodi terfavorit pada kelompok saintek.

Berdasarkan data BAN-PT, beberapa kampus peserta SNMPTN 2016 yang terakrediatasi A untuk prodi ini, meliputi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya. (okz)



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat