Kamis, 29 Juli 2021
Wako Firdaus Sambangi Dapur Umum Danrem 031/WB di Halaman Gedung LAMR | Eks Menteri Sosial Juliari Batubara Dituntut 11 Tahun Penjara | Rakor Satgas Covid-19-MUI & Lurah: Salat Jamaah di Mesjid Selama PPKM Level 4 Dianjurkan Ditiadakan | Wabup Sulaiman Minta Persoalan Tertunggakan Gaji Nakes Segera Dibayarkan | Ini Tampang Pembacok Ketua MUI Labura hingga Tewas-Tangan Putus | IMF Pangkas Lagi Proyeksi Ekonomi RI Jadi 3,9%, Kemenkeu Buka Suara
 
Internasional
Kejam! Presiden Negara Haiti Dibunuh di Rumahnya

Internasional - - Rabu, 07/07/2021 - 20:47:41 WIB

SULUHRIAU- Presiden Haiti Jovenel Moise telah dibunuh di rumahnya, kata Perdana Menteri sementara Haiti Claude Joseph.

"Sekelompok orang tidak dikenal menyerang kediaman pribadi Moise pada Rabu malam (Waktu Haiti) dan menembaknya mati," kata Joseph, mengutip Al Jazeera, Rabu (7/7/2021).

Ibu Negara masih dirawat di rumah sakit akibat dari serangan itu. "Situasi keamanan negara berada di bawah kendali kepolisian nasional Haiti dan Angkatan bersenjata Haiti," kata Joseph.

"Demokrasi dan republik akan menang," katanya,

"Semua tindakan diambil untuk menjamin keberlangsungan negara dan untuk melindungi bangsa," tambah Joseph.

Moise telah memerintahkan negara termiskin di benua Amerika ini dengan dekrit setelah pemilihan legislatif, yang dijadwalkan pada 2018 namun ditunda. Disusul perselisihan tentang kapan masa jabatan Joseph akan berakhir.

Pada Rabu dini hari di Haiti, sebagian jalan besar ibu kota negara Port - au - Prince kosong. Namun, beberapa orang menggeledah tempat bisnis di satu daerah. Setelah serangan itu suara tembakan terdengar di seluruh ibu kota.

Joseph mengatakan polisi telah dikerahkan ke Istana dan komunitas kelas atas Petionville akan dikirim ke daerah lain.

Joseph mengutuk pembunuhan itu sebagai tindakan penuh kebencian, tidak manusiawi dan barbar. Dia mengatakan beberapa penyerang berbicara dalam bahasa Spanyol tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sebelum negara berpenduduk lebih dari 11 juta orang telah tumbuh tidak stabil dan tidak puas di bawah kepemimpinan Moise yang berusia 53 tahun.

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya gelombang kekerasan terkait persoalan politik di Negara Karibia yang miskin itu. Masyarakat Haiti terpecah secara politik dan menghadapi krisis kemanusiaan karena kekurangan makanan.

Port - Au- Prince juga mengalami peningkatan kekerasan ketika geng-geng saling bertarung dan polisi menguasai jalan. Kekerasan itu dipicu oleh meningkatnya kemiskinan dan ketidakstabilan politik.

Sekitar 60% dari populasi menghasilkan kurang dari US$ 2 per hari. Masalah ini datang ketika Haiti masih berusaha pulih dari gempa bumi 2010 sebelumnya dan badai Matthew yang melanda pada 2016.

Moise sering mendapat protes sejak ia menjabat sebagai presiden pada tahun 2017. Oposisi menandakan dia otoriter dan melampaui mandatnya. Walaupun dibantah Moise.

Selain pemilihan presiden lagi, legislative akan mengadakan referendum konstitusional pada September setelah dua kali ditunda karena pandemi Covid - 19.

Sumber: CNBCIndonesia.com
Editor: Jandri




 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved