Kamis, 29 Juli 2021
Wako Firdaus Sambangi Dapur Umum Danrem 031/WB di Halaman Gedung LAMR | Eks Menteri Sosial Juliari Batubara Dituntut 11 Tahun Penjara | Rakor Satgas Covid-19-MUI & Lurah: Salat Jamaah di Mesjid Selama PPKM Level 4 Dianjurkan Ditiadakan | Wabup Sulaiman Minta Persoalan Tertunggakan Gaji Nakes Segera Dibayarkan | Ini Tampang Pembacok Ketua MUI Labura hingga Tewas-Tangan Putus | IMF Pangkas Lagi Proyeksi Ekonomi RI Jadi 3,9%, Kemenkeu Buka Suara
 
Religi
Meneladani Puasa Rasulullah SAW

Religi - - Jumat, 23/04/2021 - 11:49:46 WIB

SULUHRIAU- Puasa yang mendatangkan kesehatan, keberkahan, serta kebaikan dunia dan akhirat. Kesempatan bertemu kembali dengan Ramadhan adalah sebuah karunia yang sangat mahal dan berharga. Betapa tidak, Ramadhan hadir dengan membawa banyak keberkahan dan kebaikan. Ramadhan adalah hadiah Allah yang secara khusus diberikan kepada umat Muhammad SAW.

Pada Ramadhan inilah umat Islam diwajibkan berpuasa dengan target utamanya menjadi orang-orang yang bertakwa. Hanya saja, tidak semua orang berpuasa bisa mencapai target tersebut. Nabi SAW mengingatkan, “Bisa jadi ada orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar.” (HR an-Nasai, Ibn Majah, dan Ahmad).

Agar puasa yang dilakukan diterima oleh Allah dan agar mencapai derajat takwa, maka puasa yang dilakukan hendaknya meneladan puasa yang dilakukan oleh Nabi SAW. Mulai dari sahur hingga berbuka. Puasa Beliau SAW tentu merupakan yang terbaik dan pantas menjadi rujukan umat.


Rasul SAW memulai puasa Ramadhan dengan berniat di malam harinya. Beliau bersabda, “Siapa yang belum berniat (untuk puasa) sebelum terbit fajar, tidak ada puasa baginya.” (HR Abu Daud). Waktu untuk berniat puasa membentang dari mulai Maghrib hingga sebelum datang Subuh.

Setelah itu Beliau bersantap sahur. Waktu sahur yang dianjurkan adalah di akhir waktu. Yaitu tidak lama menjelang subuh.  Beliau bersabda, “Bersahurlah! Sebab dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Selepas sahur, beliau menunggu waktu shalat Subuh. Beliau mengawali dengan shalat sunnah qabliyah subuh yang pahalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya. Seusai shalat Subuh, Beliau tidak beranjak dari masjid hingga beberapa saat sesudah waktu syuruq datang.

Beliau bersabda, “Siapa yang shalat Shubuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna dan sempurna." (HR Tirmizi).


Siang harinya Beliau isi dengan berbagai aktivitas dan kesibukan. Entah dengan tilawah Alquran, shalat, zikir, memberikan nasihat agama, atau berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dalam riwayat disebutkan, “Nabi SAW adalah orang yang paling dermawan. Beliau lebih dermawan lagi ketika di bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril menemuinya..” (HR al-Bukhari).

Saat Maghrib tiba, Beliau berdoa sebelum berbuka. Lalu beliau menyantap makanan berbuka tanpa menunda-nunda. Seperti disebutkan oleh Anas ibn Malik RA, biasanya beliau berbuka dengan ruthab (kurma muda). Bila tidak ada, maka dengan beberapa butir kurma biasa. Bila tidak ada, maka dengan air putih.  Setelah itu, barulah beliau melaksanakan shalat Maghrib berjamaah.

Itulah puasa Nabi SAW. Puasa yang mendatangkan kesehatan, keberkahan, serta kebaikan dunia dan akhirat.

Sumber: Republika.co.id
Editor: Jandri






 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved